PAKAIAN ADAT SASAK SEHARI HARI
_*Perlengkapan Pakaian Adat Sasak Lelaki & Filosofisnya*_
*1. C'apuk atau Sapuk*
Ikatan simpul sapuk di depan merupakan simbol huruf lam jalallah pada Alquran, merupakan mahkota yang digunakan sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga pemikiran pemakainnya dari hal-hal kotor dan tidak baik. Ketika acara adat biasanya pria memakai sapuk jadi atau perade yang terbuat dari bahan songket benang emas. (Mengikat/membuat simpul sapok tidak sembarangan, simpul/pengikatnya harus seolah² membentuk huruf Lam Jalallah, daun sapok lepek ke kanan atau tegak lurus ke atas tidak lebih dari 1 jengkal)
*2. Baju Pegonan*
Baju pegonan merupakan pakaian adat suku sasak yang mendapat pengaruh dari suku jawa dengan mengadopsi model jas eropa, baju pegon memiliki lambang keanggunan dan kesopanan. Kain yang digunakan untuk membuat baju pegon umumnya berwarna gelap dan tidak bermotif seperti bahan jas.
*3. Leang atau Dodot*
Dodot merupakan kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris. Beragam motif kain songket yang digunakan untuk dodot diantaranya subahnale, keker, ragi genep dan bintang empet yang bermakna semangat dalam berkarya dan pengabdian kepada masyarakat.
*4. Kain Dalam Sleoq*
Kain dalam Sleoq merupakan jenis kain yang digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah yang meliputi pusar sampai 1.5 jengkal dibawah lutut dengan ujung kain lurus kebawah sebagai lambang tawadhu (rendah hati). Kain yang digunakan biasanya berasal dari bahan kain tenun songket/batik jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam, dapat juga menggunakan motif tapo kemalo dan songket dengan motif serat penginang, dan sepit udang. Dalam penggunaan kain wiron tidak diperkenankan menggunakan kain polos berwarna putih atau merah polos.
*5. Keris/Pemaja*
Penggunaan keris/pemaja sebagai pelengkap pakaian adat yang melambangkan kesatriaan dan keberaniaan suku sasak dalam mempertahankan martabat pemakainya. Dalam atauranya penggunaan keris sebagai lambang adat bagian mukanya harus menghadap kedepan, jika terbalik maka bermakna berperang atau siaga. Pada perkembangannya penggunaan keris dapat diganti dengan pisau raut atau pemaja.
(Untuk pakaian adat harian tidak perlu memakai keris).
*6. Selendang Umbak*
Selendang Umbak merupakan sabuk yang khusus diperuntukkan bagi para pemangku adat atau pengayom masyarakat yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Jenis kain yang digunakan umumnya berwarna merah dan hitam dengan panjang berkisar empat meter yang dihiasi dengan kepeng bolong. Seledang umbak sebagai lambang kasih sayang dan kebijakan bagi pemakainya.
(Tidak semua masyarakat boleh memakainya, karena ini bagian dari lambang adat yg memiliki makna sendiri seperti yg di sampaikan diatas).
Sekedar masukan utk urun rembug🙏🙏
*1. C'apuk atau Sapuk*
Ikatan simpul sapuk di depan merupakan simbol huruf lam jalallah pada Alquran, merupakan mahkota yang digunakan sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga pemikiran pemakainnya dari hal-hal kotor dan tidak baik. Ketika acara adat biasanya pria memakai sapuk jadi atau perade yang terbuat dari bahan songket benang emas. (Mengikat/membuat simpul sapok tidak sembarangan, simpul/pengikatnya harus seolah² membentuk huruf Lam Jalallah, daun sapok lepek ke kanan atau tegak lurus ke atas tidak lebih dari 1 jengkal)
*2. Baju Pegonan*
Baju pegonan merupakan pakaian adat suku sasak yang mendapat pengaruh dari suku jawa dengan mengadopsi model jas eropa, baju pegon memiliki lambang keanggunan dan kesopanan. Kain yang digunakan untuk membuat baju pegon umumnya berwarna gelap dan tidak bermotif seperti bahan jas.
*3. Leang atau Dodot*
Dodot merupakan kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris. Beragam motif kain songket yang digunakan untuk dodot diantaranya subahnale, keker, ragi genep dan bintang empet yang bermakna semangat dalam berkarya dan pengabdian kepada masyarakat.
*4. Kain Dalam Sleoq*
Kain dalam Sleoq merupakan jenis kain yang digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah yang meliputi pusar sampai 1.5 jengkal dibawah lutut dengan ujung kain lurus kebawah sebagai lambang tawadhu (rendah hati). Kain yang digunakan biasanya berasal dari bahan kain tenun songket/batik jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam, dapat juga menggunakan motif tapo kemalo dan songket dengan motif serat penginang, dan sepit udang. Dalam penggunaan kain wiron tidak diperkenankan menggunakan kain polos berwarna putih atau merah polos.
*5. Keris/Pemaja*
Penggunaan keris/pemaja sebagai pelengkap pakaian adat yang melambangkan kesatriaan dan keberaniaan suku sasak dalam mempertahankan martabat pemakainya. Dalam atauranya penggunaan keris sebagai lambang adat bagian mukanya harus menghadap kedepan, jika terbalik maka bermakna berperang atau siaga. Pada perkembangannya penggunaan keris dapat diganti dengan pisau raut atau pemaja.
(Untuk pakaian adat harian tidak perlu memakai keris).
*6. Selendang Umbak*
Selendang Umbak merupakan sabuk yang khusus diperuntukkan bagi para pemangku adat atau pengayom masyarakat yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Jenis kain yang digunakan umumnya berwarna merah dan hitam dengan panjang berkisar empat meter yang dihiasi dengan kepeng bolong. Seledang umbak sebagai lambang kasih sayang dan kebijakan bagi pemakainya.
(Tidak semua masyarakat boleh memakainya, karena ini bagian dari lambang adat yg memiliki makna sendiri seperti yg di sampaikan diatas).
Sekedar masukan utk urun rembug🙏🙏
Comments
Post a Comment